search-button

Nov 13, 2016

5 Efek Samping Semut Jepang

   
Advertisements

Apotik Sehat - Belum banyak studi ilmiah yang meneliti mengenai semut jepang yang bisa kita peroleh, meskipun telah banyak orang yang membuktikan khasiatnya. Begitu pula mengenai efek samping dari mengkonsumsi semut jepang, sampai saat ini juga masih belum ada sumber yang dapat secara pasti menjelaskan mengenai efek samping semut jepang maupun dosis yang aman dalam mengkonsumsinya. Akan tetapi untuk mencegah adanya efek samping yang buruk dan bisa membahayakan ketika mengkonsumsinya, sebaiknya jangan mengkonsumsi semut jepang ini dengan cara yang berlebihan.

Mungkin saja semut jepang mungkin bisa memberikan manfaat untuk mencegah dan meringankan gejala suatu penyakit, akan tetapi untuk menyembuhkan suatu penyakit, sebaiknya dilakukan pengobatan yang benar dari seorang yang ahli dalam bidang kesehatan, untuk itu sebaiknya Anda memastikan terlebih dahulu anda telah benar-benar mendapatkan pengobatan dari orang yang ahli dengan penyakit yang anda derita.

Efek Samping Mengkonsumsi Semut Jepang

Pada saat anda mengkonsumsi semut Jepang, agar tidak menimbulkan efek samping yang dapat merugikan kesehatan, untuk mencegah timbulnya efek samping semut jepang yang bisa merugikan, sebaiknya anda memperhatikan kesehatan anda ketika mengkonsumsi Semut Jepang, oleh karena itu sangat disarankan apabila anda tidak terlalu berlebihan saat mengkonsumsinya dan sesuaikan dengan kondisi tubuh anda, anda bisa menguranginya akan tetapi jangan melebihinya. Selain itu pada saat anda mengkonsumsi semut Jepang ini anda harus tetap makan, sebab masih banyak yang berasumsi bahwa dengan mengkonsumsi semut jepang maka anda boleh untuk tidak makan, hal ini tentu saja sangat salah dan sangat tidak dianjurkan.

  1. Ngilu Pada Bagian Area Sensitif
    Semut jepang memang dapat meringankan beberapa jenis penyakit, seperti jantung, diabetes dan kolesterol, akan tetapi apabila anda mengkonsumsi semut Jepang ini secara berlebihan akan dapat mengakibatkan efek samping pada bagian area sensitif Anda. Biasanya konsumen yang mengkonsumsi lebih dari 12 ekor semut Jepang akan merasakan ngilu pada area sensitif selama 2 hari.
  2. Dapat Menurunkan Kadar Hemoglobin
    Walaupun semut Jepang dapat menjaga tekanan darah anda, akan tetapi dengan mengkonsumsinya hingga 15 kapsul sehari (dalam satu kapsul terdapat 5 ekor semut Jepang) atau sekitar 75 ekor semut jepang dapat mengakibatkan kadar hemogoblin darah menjadi turun hingga mencapai angka 5 sedangkan kadar hemoglobin yang normal adalah 12. Jadi apabila anda mengkonsumsinya secara berlebihan, maka kadar hemoglobin anda akan turun hingga memcapai separuh dari angka normal.
  3. Dapat Menurunkan Gairah Laki-laki
    Sebagai salah satu alternatif pengobatan tradisional, membuat sebagian orang percaya bahwa dengan mengkonsumsi semut Jepang maka tidak akan dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan, namun yang terkadang tidak mereka sadari adalah apabila mereka mengkonsumsinya secara berlebihan. Karena ternyata apabila anda mengkonsumsi Semut Jepang secara berlebihan akan dapat menyebabkab stamina anda menjadi menurun dan tentu saja ini berimbas pada gairah seksuallitas anda, terutama untuk laki-laki.
  4. Tidak Dapat Tidur
    Dengan mengkonsumsi semut jepang yang melebihi dari dosis yang telah dianjurkan ternyata juga dapat membuat para penggunanya menjadi tidak bisa tidut. Hal ini tentu saja akan sangat beresiko bahi kesehatan, sebab apabila anda tidak dapat tidur, maka akan mengakibatkan panas pada tubuh anda akan menjadi meningkat. Jadi apabila ini terjadi pada anda ketika anda mengkonsumsi semut Jepang ini, maka sebaiknya anda secepatnya menghentikan untuk terus mongkonsumsi semut Jepang.
  5. Dapat Menimbulkan Kerusakan Ginjal dan Jantung
    Menurut analisa sejumlah Dokter, mengkonsumsi semut Jepang sebaiknya jangan berlebihan, atau dengan takaran yang tidak benar, sebab apabila anda mengkonsumsi ataupun memakan semut Jepang secara berlebihan akan dapat mengakibatkan ganguan pada Ginjal dan Jantung, karena efek samping semut jepang sampai saat ini belum di uji secara Klinis.