search-button

Nov 23, 2016

Cara Mengenali Gejala Penyakit Hepatitis

   
Advertisements
Gejala Penyakit Hepatitis

Apotik Sehat - Hepatitis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya virus hepatitis yang menyerang bagian hati atau lever, hingga mengalami peradangan di organ tersebut. Masyarakat banyak yang mengenal penyakit ini dengan “penyakit hati”. Dalam ilmu kedokteran setidaknya telah mengenal 6 macam jenis dari virus hepatitis, akan tetapi yang paling dikenal oleh masyarakat adalah penyakit hepatitis A, B dan C.

Gejala Penyakit Hepatitis


  1. Hepatitis A. Hepatitis A atau yang lebih dikenal dengan penyakit kuning, biasanya banyak ditemukan pada anak dan juga remaja. Gejala dari penyakit hepatitis A biasanya berawal seperti terkena flu, yaitu demam, panas, mual dan rasa nyeri pada tulang. Tahap selanjutnya adalah mata menjadi kuning dan warna dari air seni seperti teh. Pada saat di periksa biasanya ditemukan pembengkakan pada hati dan perut, serta rasa sakit di sebelah kanan bawah iga pinggang apabila ditekan. Penularan hepatitis dari A bisa melalui makanan ataupun minuman. Meskipun bisa disembuhkan secara total dalam waktu 5 sampai 12 minggu, namun penderita hepatitis A harus beristirahat, memakan makanan yang bergizi dan tidak berlemak, serta mengkonsumsi vitamin.


  2. Hepatitis B. Gejala dari penyakit hepatitis B biasanya diawali dengan perut yang terasa mual atau kembung. Selain itu hepatitis B juga bisa diketahui dengan gejala yang mirip dengan hepatitis A, sehingga kadangkala penderita menjadi rancu antara sakit maag atau sakit hulu hati. Virus dari hepatitis B ini sulit untuk dibasmi. Penularan dari hepatitis B dapat melalui jarum suntik, jarum bor di dokter gigi, jarum penusuk telinga, transfusi darah, ludah, pisau cukur, ASI , hubungan seksual, bahkan bisa juga dari sikat gigi yang bekas dipakai oleh penderita hepatitis B.
    Untuk dapat mengetahui jenis dari hepatitis yang diderita, kita harus melakukan pemeriksaan darah serta biopsy. Biopsi merupakan pengambilan jaringan hati tanpa dilakukan pembedahan. Caranya yaitu dengan memasukan jarum diantara dua tulang iga pada perut kanan dengan jaringan hati dan menyedot jaringan yang ada di dalam hati untuk kemudian diperiksa secara mikroskopis. Hasil dari pemeriksaan ini dapat diketahui sekitar 3 hari.

    Sedangkan untuk pemeriksaan darah bisa dilihat antara lain pada kadar  bilirubin total (normal di bawah 1 mg%), SGOT (normal 17-20 IU), SGPT (normal 15-17 IU), HBs Ag (hepatitis B surface Antigen) serta anti HBs (anti hepatitis B surface). Apabila tidak ditangani secara serius, virus hepatitis B akan bersarang terus didalam hati, sehingga virus tersebut akan menjadi carrier. Bahkan apabila terus dibiarkan akan bisa menjadi penyakit hati menahun (PHM) yang akan memicu penyakit yang lebih bahaya lagi untuk jiwa penderitanya, yaitu penyakit sirosis hati atau kanker hati.

    Carrier hepatitis B tidak boleh menjadi donor darah, pendonor organ tubuh, maupun donor sperma. Selain itu penderita juga dilarang untuk menggunakan peralatan jarum suntik, akupunktur, pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama agar Ia tidak menularkan virus tersebut kemana-mana. Para penderita hepatitis B sebaiknya juga jangan merokok, meminum alkohol serta melakukan pekerjaan yang berat.


  3. Hepatitis C. Meskipun belum terlalu populer, Namun kini Penyakit hepatitis C telah banyak menarik perhatian dari para ahli. Gejala dari penyakit hepatitis C tidaklah jelas. Virus dari hepatitis C ini seringkali sangat menyulitkan, karena biasanya tidak menampakan gejala. Gejala paling umum hanya mual seperti sedang terkena penyakit maag. Hingga saat ini belum ditemukan mengenai bagaimana cara penularan dari hepatitis C. Namun yang jelas, para penderita hepatitis C lebih banyak ditemukan pada daerah miskin. Virus hepatitis C juga sulit diusir dan secara perlahan-lahan menggerogoti hati penderitanya.