search-button

Oct 6, 2016

Biaya Pendirian dan Operasional Apotek

   
Advertisements
Biaya Pendirian dan Operasional Apotek

Apotik Sehat – Mengetahui rincian atau estimasi biaya pendirian dan operasional apotek memang akan sangat membantu Anda yang tertarik untuk terjun ke dunia bisnis farmasi. Bicara soal apotek, bisnis yang menjadi poros utama dari sektor farmasi ini memang masih sangat menjanjikan dan juga prospektif.

Akan tetapi sebagaimana segmen bisnis lain pada umumnya, segmen bisnis apotek ini juga diketahui membutuhkan estimasi perkiraan biaya khususnya untuk segmen pendirian dan biaya operasional apotek. Tentunya semua harus dihitung secara terperinci karena akan masuk pada hitungan modal yang merupakan aspek utama dalam sebuah bisnis.


Biaya Mendirikan dan Biaya Operasional Apotek

Dan di dalam bisnis apotek, segmen modal dibagi menjadi 3 bagian yang berbeda. Yakni modal tetap, modal operasional, dan juga modal cadangan. Dimana modal tetap akan menjadi biaya pendirian apotek, sedangkan modal operasional untuk biaya operasional. Dan berikut ini adalah biaya pendirian dan operasional apotek yang dapat kita ketahui bersama.

Biaya Pendirian/Modal Tetap :
Pada dasarnya modal tetap atau biaya pendirian apotek sendiri terdiri dari beberapa aspek, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :
  • Bangunan (dapat berupa bangunan sewa, milik pribadi, hingga bangunan hasil warisan)
  • Perlengkapan untuk apotek
  • Perlengkapan untuk bangunan
  • Perijinan
Untuk estimasi biaya pendirian atau modal tetap yang dibutuhkan dapat dilihat dibawah ini:
  1. Bangunan 25 Juta/tahun x 5 tahun Rp. 125.000.000.00
  2. Perlengkapan Apotek Rp. 45.000.000.00
  3. Perlengkapan Bangunan Rp. 15.000.000.00
  4. Biaya Perijinan, dll Rp. 5.000.000.00
  5. Total Modal Tetap/Biaya Pendirian Awal Rp. 190.000.000.00

Biaya Operasional/Modal Operasional :
Selain modal tetap atau biaya pendirian awal, tentunnya sebuah apotek juga akan membutuhkan biaya operasional saat pengoperasiannya. Dan beberapa aspek yang masuk pada kategori biaya atau modal operasional antara lain seperti :
  • Tenaga Kerja (APA/Apoteker, Asisten Apoteker, Akuntan, dan Pembantu Umum)
  • Biaya listrik, air, dan juga telepon
  • Biaya pajak reklame
  • Biaya lain-lain
Adapun estimasi hitungan biaya operasional atau modal operasional yang biasanya dilakukan dalam hitungan bulan antara lain sebagai berikut :
  1. Tenaga Kerja Apoteker (APA) 1 orang/bulan Rp. 2.000.000.00
  2. Tenaga Kerja Asisten Apoteker 2 orang/bulan Rp. 1.800.000.00
  3. Tenaga Kerja Akuntan 1 orang/bulan Rp. 700.000.00
  4. Tenaga Kerja Pembantu Umum 1 orang/bulan Rp. 350.000.00
  5. Biaya listrik, air, dan telepon Rp. 500.000.00
  6. Biaya pajak dan reklame Rp. 200.000.00
  7. Serba-serbi Rp. 500.000.00
  8. Total Biaya Operasional/Modal Operasional Setiap Bulan Rp. 6.050.000.00
  9. Sedangkan untuk modal operasional atau biaya operasional yang dibutuhkan selama 1 tahun pertama berarti Rp. 6. 050.000.00 x 12 bulan (1 tahun) = Rp. 72.600.000.00

Itulah hitungan dasar atau estimasi untuk biaya pendirian dan operasional apotek yang dapat menjadi acuan saat Anda menghitung modal untuk mendirikan sebuah apotek. Tentunya anggaran tersebut dapat dirubah dan diatur ulang kembali sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemilik apotek. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan membantu Anda yang tengah membutuhkan referensinya.
Baca juga: