search-button

Nov 15, 2016

Rabun Dekat : 5 Ciri, 3 Penyebab dan 2 Ramuan Herbal

   
Advertisements
Ciri ciri dan Penyebab Rabun Dekat

Apotik Sehat – Rabun dekat atau hipermetropi adalah kondisi dimana seseorang tidak bisa melihat objek dekat dengan jelas, namun Ia bisa bisa melihat dengan jelas objek yang jauh. Sedehananya, penderita rabun ini akan kesulitan untuk melihat objek yang dekat.  Hal tersebut disebabkan karena penurunan fungsi mata, dimana otot pada organ mata tidak bisa bekerja dengan baik.

Alhasil, saat bayangan masuk dan diterima mata, bayangan tersebut tidak jauh tepat di area retina, melainkan dibelakangnya. Hal itulah yang menyebabkan seorang penderita hipermetropi kesulitan melihat objek dekat.

Ciri Ciri Rabun Dekat

Nama lain rabun dekat yaitu hipermetropi atau hiperopia. Pada dasarnya mata yang mengidap hipermetropi sendiri mudah dikenali. Pasalnya, mata yang mengidap hiperpetropi umumnya akan memiliki beberapa tanda dan ciri khusus. Nah, adapun ciri dari mata yang mengidap hipermetropi sendiri adalah sebagai berikut:
  • Mata yang mengidap hipermetropi umumnya akan mudah lelah.
  • Kondisi mata cenderung sering berair.
  • Pandangan sering kabur dan buram, terutama saat melihat objek dekat.
  • Beberapa penderita umumnya akan merasakan sakit kepala yang berkepanjangan.
  • Mata penderita cenderung berwarna kemerahan.

Penyebab Hipermetropi atau Rabun Dekat

Rabun dekat disebut Hipermetropi atau Hiperopia, gangguan mata yang satu ini pada dasarnya sering dialami karena penurunan fungsi mata. Tapi diluar hal tersebut, ternyata ada beberapa hal lain yang mengakibatkan seseorang terkena hipermetropi. Adapun penyebab rabun dekat itu sendiri adalah sebagai berikut:
  1. Kebiasaan hidup yang buruk.
    Kurang istirahat, minum minuman beralkohol, dan merokok adalah kegiatan yang dapat menurunkan fungsi oragn tubuh, tidak terkecuali dengan mata. Dan jika hal ini dilakukan secara terus menurus dan berkepanjangan, maka bukan tidak mungkin orang tersebut akan menderita hipermetropi.
  2. Keturunan.
    Selain pola hidup yang salah, faktor keturan juga bisa mengakibatkan seseorang terkena hipermetropi. Pasalnya, dengan adanya kesamaan gen, seorang ibu atau ayah bisa saja menurunkan gangguan mata ini pada anak-anak mereka.
  3. Usia yang sudah tua.
    Salah satu penyebab rabun dekat lainnya adalah faktor usia. Sudah bukan hal aneh lagi jika seseorang yang sudah tua akan sangat mungkin menderita rabun dekat. Hal ini terjadi karena penurunan fungsi indera itu sendiri dan ditambah dengan disfungsi mata yang mungkin saja terjadi saat usia lanjut.

Baca juga:

Ramuan Tradisional untuk Hipermetropi

Jika Anda tidak ingin melakukan operasi dan semacamnya, Anda bisa melakukan cara alternatif yang satu ini untuk mengatasi hipermetropi. Pasalnya, selain lebih murah dan mudah, cara alternatif ini pun tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tiap prosesnya. Adapun cara ramuan tradisional yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Biji jeruk nipis dan madu
    • Siapkan biji jeruk nipis dan madu secukupnya.
    • Setelah itu keringkan biji jeruk sampai benar-benar kering dan berbentuk bubuk untuk pengobatan rabun dekat.
    • Lalu tumbuklah biji tersebut sampai halus.
    • Kemudian seduhlah biji tadi menggunakan air panas, lalu tambahkan madu untuk pemanis.
    • Jika sudah, Anda bisa langsung meminum ramuan ini. 
  2. Air melati
    • Siapkan beberapa bunga melati yang sudah mekar.
    • Kemudian rendam bunga tersebut pada air selama sehari semalam.
    • Setelah itu teteskan air rendaman tadi pada mata Anda.
    • Lakukan cara ini secara rutin setiap hari.

Oya, untuk memaksimalkan hasil pengobatan, alangkah baiknya jika Anda imbangi pengobatan ini dengan mengonsumsi suplemen dan buah yang baik untuk mata mengidap rabun dekat. Disamping itu, latihlah otot mata Anda dengan metode penglihatan objek dekat dan jauh yang sering dilakukan. Selain itu, jangan lupa untuk memeriksa mata secara rutin untuk mengetahui kondisi dan perkembangan kesehatan mata Anda.
Baca juga: