search-button

Nov 25, 2016

Rabun Dekat: 7 Pencegahan, Penyebab, dan Gejala Rabun Dekat

   
Advertisements
Cara Mencegah Rabun Dekat
Apotik Sehat – Rabun dekat adalah salah satu dari gangguan mata yang sering dialami manusia. Kendati kebanyakan penderitanya adalah usia lanjut, namun tidak sedikit remaja bahkan anak-anak yang menderita jenis rabun yang satu ini. Maka dari itu, metode pencegahan rabun dekat haruslah dilakukan sedini mungkin, dan tidak harus menunggu sampai usia lanjut.

Dari segi medis, rabun ini biasanya akan menyulitkan penderitanya untuk melihat benda pada jarak dekat. Namun, pada jarak yang jauh, sebuah objek akan lebih terlihat jauh. Pada dasarnya, gangguan mata yang sering disebut hipermetropi ini adalah kebalikan dari myiopi atau rabun jauh.

Gejala Pada Hipermetropi

Pada beberapa kasus, seseorang yang menderita hipermetropi umumnya berusia lanjut. Usia yang umumnya mengalami hipermetropi biasanya terjadi pada rentang usia sekitar 40 tahun keatas. Tapi terlepas dari hal itu, gangguan mata yang satu ini memiliki beberapa gejala yang bisa dikenali.
Nah, adapun gejala rabun dekat yang mudah dikenali itu sendiri adalah sebagai berikut:
  • Sulit membaca pada jarak dekat.
  • Sakit kepala yang berkelanjutan meskipun sudah mimum obat.
  • Kesulitan untuk mehilat objek dekat.
  • Mata mudah lelah.
  • Harus memerlingkat mata untuk melihat objek dengan jarak yang dekat.
Baca juga:

Penyebab Hipermetropi

Pada dasarnya, hipermetropi terjadi karena cahaya yang masuk ke mata tidak fokus ke retina dan jatuh dibelakang retina. Hal tersebut umumnya diakibatkan karena kornea yang terlalu datar dan tidak melengkung, bola mata yang tidak ideal, dan lensa mata yang tipis. Pada kasus hipermetropi, objek yang terlihat akan terlihat buram dan tidak tampak dengan jelas.
Tapi diluar penyebab rabun dekat secara medis diatas, ada beberapa faktor dan penyebab hypermetropi lain yang perlu Anda ketahui. Dan penyabab tersebut antara lain:
  1. Faktor Genetik.
    Jika Anda pernah melihat anak-anak yang bermata plus atau hipermetropi, maka ibu atau ayah dari anak tersebut pasti hipermetropi juga. Hal tersebut terjadi karena hipemetropi sendiri bisa diturunkan pada keturunan, termasuk anak Kita sendiri.
  2. Usia Lanjut.
    Rabun yang satu ini juga bisa dikarenakan usia yang sudah lanjut. Pasalnya, pada beberapa kasus, umur yang sudah tua umumnya akan mengalami disfungsi pada indera penglihatan. Dalam hal ini, indera penglihatan orang yang sudah tua umumnya akan mengalami hipermetropi.

Cara Mencegah Rabun Dekat

Pada dasarnya rabun jenis ini tidak dapat dicegah begitu saja, karena rabun yang satu ini adalah rabun yang alami dan dapat terjadi saat seseorang sudah mengalami disfungsi pada organ mata. Akan tetapi, ada beberapa metode atau cara yang dapat dilakukan untuk menghindari percepatan rabun ini sendiri, seperti:
  • Menghindari asap rokok.
  • Mengonsumsi makanan yang bagus untuk kesehatan mata.
  • Melakukan pemerikasaan mata secara rutin.
  • Melatih mata dengan melihat objek dengan jarak yang berbeda.
  • Mengatahui gejala rabun.
  • Memilih lensa mata yang tepat dan ideal.
  • Menghidarkan mata dari pancaran sinar matahari langsung.

Bagaimana? Cara pencegahan rabun dekat diatas mudah dan gampang bukan?Tapi untuk hasil yang maksimal, Anda tidak hanya melakukan hal-hal seperti itu. Pasalnya, untuk menghidarkan mata Anda dari rabun dan semacamnya, Anda harus rajin mengomsumsi asupan makanan yang bergizi, melakukan kebiasaan membaca yang baik dan benar, dan juga melaksakan pola hidup sehat.
Baca juga: